Ketahui Cara Hosting di GitHub yang Praktis dan Gratis

Membuat website sendiri di era digital sekarang terasa semakin mudah. Apalagi sudah ada platform bernama GitHub yang bisa dimanfaatkan dan diakses secara gratis. Cara hosting di GitHub pun sangat praktis dan sangat mudah dipahami oleh para pemula.

Saat ingin membuat website sendiri, maka harus ada hosting yang digunakan. Jika memang belum bisa membeli layanan hosting maupun domain, maka GitHub ini bisa jadi opsi alternatif. Mari kenali lebih jauh apa itu GitHub dan bagaimana cara penggunaannya.

Tentang GitHub

Mari kenali dulu apa sebenarnya GitHub itu. Ini merupakan sebuah layanan yang digunakan untuk melakukan hosting halaman statis sebuah website. Halaman statis yang dimaksud disini adalah bagian dari website yang tidak membutuhkan server-side code.

Halaman statis tersebut menggunakan client-side language seperti CSS, HTML, dan Javascript. GitHub ini nantinya bisa menampilkan sebuah website pribadi secara lengkap dengan alamat yang cantik dan mudah untuk diingat.

GitHub juga dikenal sebagai penyedia layanan untuk menyimpan repository secara gratis. Di dalamnya, sudah dilengkapi Version Control System atau VCS. Sudah banyak sekali orang yang menggunakan GitHub bahkan platform ini juga dimanfaatkan oleh perusahaan besar seperti Facebook dan Twitter.

Perlu diketahui bahwa GitHub ini tidak hanya bisa digunakan oleh programmer, namun juga oleh pengguna awam. Pengguna juga bisa mengelola halaman profil dengan informasi pribadi di dalamnya seperti foto, email, dan lain sebagainya.

Kelebihan GitHub

Sebelum mempelajari cara hosting di GitHub, maka penting sekali untuk mengenali apa saja kelebihannya. Platform ini punya banyak keunggulan yang membuatnya sering direkomendasikan. Berikut adalah beberapa kelebihan tersebut:

1. Bisa Diakses secara Gratis

Layanan yang dihadirkan GitHub ini bisa diakses secara gratis. Tentunya ini menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi para pemilik website yang ingin mencoba hosting tanpa keluar biaya. Meskipun memang GitHub juga menyediakan jenis layanan yang berbayar.

2. Proses Pencariannya Cepat

GitHub ini menyediakan akses pencarian yang sangat cepat dalam struktur repo. Ini juga sangat menguntungkan pengguna karena bisa mempermudah pengelolaan website. Apalagi mengingat platform ini memberikan layanan yang bisa diakses secara gratis.

3. Punya Komunitas Besar

GitHub punya komunitas yang terbilang besar. Komunitas besar ini tidak hanya berasal dari pengguna awam namun juga perusahaan-perusahaan besar. Jadi ada banyak bantuan yang bisa ditemukan karena komunitas atau koneksinya sangat luas.

4. Mudah Diintegrasikan

Platform ini juga mudah sekali untuk diintegrasikan dengan layanan pihak ketiga. GitHub juga diketahui menjalin kerja sama dengan berbagai jenis layanan lainnya. Ini membuat pengguna lebih mudah untuk melakukan akses maupun pengaturan sesuai kebutuhan.

Namun perlu diketahui bahwa di samping semua kelebihan ini, GitHub juga punya kelemahan. Salah satunya adalah ada batasan ruang yang kapasitasnya tidak bisa melebihi 100 MB dalam satu file.

Sementara itu untuk versi gratis, repository-nya tidak bisa melebihi 1 GB. Jadi ini perlu diperhatikan lagi sehingga pengguna bisa memanfaatkan layanan dari GitHub secara optimal tanpa kendala.

Cara Hosting di GitHub

Penggunaan layanan GitHub ini sangatlah mudah. Bahkan cukup mudah dan cepat untuk dipelajari oleh para pemula. Silakan ikuti petunjuk cara hosting di GitHub berikut ini agar bisa menikmati fasilitasnya:

1. Lakukan Login

Langkah pertama melakukan login terlebih dahulu, karena syarat pertama bisa mengakses GitHub adalah terdaftar dan punya akun. Silakan buat akun dulu, jika belum punya dengan mengikuti instruksi yang tersedia dan memasukkan beberapa data sesuai permintaan.

Bagi yang baru mulai membuat akun, nanti akan ada email verifikasi. Cek email tersebut lalu ikuti link verifikasi yang diberikan. Setelah itu, cobalah untuk login dan masuk ke akun yang sudah dibuat tadi.

2. Buat Repository

Langkah berikutnya buatlah repository di akun yang sudah dimiliki tadi. Untuk membuat repository, silahkan klik tombol New yang tersedia. Tunggu sampai keluar laman yang menunjukkan pembuatan repository.

Saat membuat repository, dibutuhkan beberapa data. Misalnya seperti nama repository, deskripsi terkait repository yang dibuat, jenis repository apakah umum atau privat. Silakan masukan data yang tepat dan atur dengan pengaturan yang paling sesuai.

Jika semua data sudah selesai diisi dan pengaturan juga sudah dilengkapi sesuai kebutuhan maka bisa langsung klik opsi Create Repository. Setelah itu, tunggu sampai muncul notifikasi bahwa repository sudah selesai dibuat.

3. Buat Folder pada Windows

Berikutnya, silahkan buat folder pada Windows untuk melakukan penyimpanan update file dari repository yang telah dimiliki tadi. Jadi saat ada perubahan tertentu, maka akan langsung ada update di penyimpanan.

Jika sudah selesai membuat folder, maka langsung saja klik kanan dan pilih opsi Git Bash Here. Folder yang dibuat tadi kemudian akan berubah menjadi repository. Setelah proses ini selesai, maka pengguna bisa langsung menambahkan atau menyimpan file di dalamnya.

Silakan langsung simpan file di bagian folder yang tadi selesai dibuat. Kemudian bisa dilanjutkan dengan membuka bagian Git Bash. Ikuti saja instruksi yang ditunjukkan di sana.

4. Buatlah Commit

Selanjutnya pengguna bisa membuat commit. Ini merupakan sebuah fitur dari GitHub yang dipakai untuk menambahkan update file maupun komentar. Tentu saja file dan komentar yang dimaksud berhubungan dengan proyek yang sudah di upload di GitHub tadi.

Jika fitur commit ini sudah dibuat dan diaktifkan, maka akan mudah untuk melakukan update file di proyek tersebut. Pengguna juga bisa mengaktifkan fitur remote repository untuk memungkinkan file yang sudah dibuat di local disk agar bisa di-upload.

5. Lakukan Push ke GitHub

Langkah terakhir untuk hosting di GitHub adalah dengan melakukan push. Ini merupakan tahap untuk mengunggah hasil akhir dari semua langkah yang sudah dilakukan tadi. Bisa dikatakan pula bahwa ini merupakan tahap eksekusi.

Jika sudah dilakukan push, maka langsung saja cek di bagian repository. Pastikan bahwa semua file yang sudah ditambahkan tadi masuk dan sesuai dengan harapan.

Sampai di sini, pengguna sudah berhasil mengunggah project ke GitHub dan bisa mengaksesnya secara gratis. Jika ingin meluncurkannya, maka silahkan ikuti langkah-langkah berikut:

  • Klik Settings di halaman GitHub tempat project berada.
  • Scroll ke bagian bawah lalu cari GitHub Pages.
  • Klik opsi Sources lalu pilih tab None dan ubah menjadi Branch: Master kemudian klik Save.
  • Tunggu sampai muncul keterangan ‘your site is ready to be publish’.

Cukup mudah asalkan koneksi internet lancar dan perangkat yang digunakan memang mendukung. Pastikan untuk mengikuti langkah demi langkah dengan cermat dan cek ulang semua data atau informasi yang dimasukkan agar tidak terjadi kesalahan saat project berhasil terpublish.

Cara hosting di GitHub ternyata sangat mudah. Tidak heran jika platform ini cukup banyak diminati dan telah dimanfaatkan oleh banyak orang. Jika ada kendala, langsung saja hubungi pusat bantuan dari GitHub agar bisa mendapatkan petunjuk yang tepat.