Cara Konfigurasi Control Panel Hosting Beserta Kegunaannya

Saat pengembang website akan memanfaatkan control panel, maka harus tahu dulu bagaimana cara konfigurasinya. Sebenarnya, proses konfigurasi control panel hosting akan berbeda tergantung hosting apa yang akan dipakai. Namun perbedaannya tidak banyak dan secara umum masih memiliki kesamaan.

Bagi yang masih bingung bagaimana cara konfigurasinya, pada artikel kali ini akan diberikan penjelasannya secara lengkap dan menyeluruh. Dengan penjelasan yang lengkap, maka proses pemanfaatannya akan jauh lebih mudah. Untuk detailnya, simak uraian berikut ini:

Metode Konfigurasi Control Panel Bagian Hosting

Pada penjelasan ini, akan diberikan detail informasi mengenai bagaimana proses atau metode konfigurasi dari control panel hosting. Jadi untuk melakukan konfigurasi control panel hosting, diperlukan beberapa urutan proses yang tentunya sangat berguna dengan susunan yang lengkap.

Setidaknya ada enam urutan proses yang harus dipahami dengan baik. Setiap susunannya juga sangat berpengaruh dalam proses pemanfaatan konfigurasi. Jadi jangan sampai ada yang ditinggalkan. Untuk lebih jelasnya, simak detail uraian berikut ini:

  • Sebagai langkah awal, pengguna harus masuk terlebih dahulu ke hosting yang sudah dipilih atau dipakai sejak awal. Proses masuknya sendiri tetap memakai username dan sandi yang dimiliki.
  • Apabila sudah masuk ke halaman utamanya, pengguna bisa langsung mengarah ke bagian menu “MySQL Database”. Bagian ini memiliki fungsi utama untuk mengatur penyimpanan data yang rinci di golongan hosting.
  • Jika diarahkan ke halaman lainnya, maka pengguna bisa langsung menamai file yang dibuat. pastikan membuat nama yang mudah diingat agar prosesnya lebih mudah.
  • Buat juga username dan sandi untuk media pengamanan data. Pastikan golongan atau kombinasi yang dimasukkan memiliki susunan yang jelas dan tidak mudah diikuti.
  • Setelah itu, isi bagian “Add User to Database” untuk mengkoneksikan database dengan user.
  • Saat semua bagian tersebut sudah diterapkan, maka proses terakhir yang harus dijalankan adalah mengecek hasilnya. Pengguna hanya perlu memencet tombol “Make Change” dan lihat bagian “All Privileges”. Apabila isinya sudah sesuai dengan yang diisikan, maka prosesnya bisa dikatakan selesai.

Uraian proses konfigurasi ini, tentunya harus dipertimbangkan dan diperhatikan dengan baik. Apabila ada satu bagian saja yang terlewat, maka hasilnya bisa berpengaruh bahkan bisa gagal. Lalu bagaimana jika saat dicek tidak membuahkan hasil?

Apabila hal ini terjadi, maka pengguna bisa melakukan prosesnya dari awal dengan diteliti lebih lanjut. Proses ini, tentunya akan sangat penting untuk diperhatikan guna penyelesaian prosesnya. Semakin teliti dalam konfigurasinya, maka hasilnya juga akan semakin baik.

Kegunaan Control panel Hosting

Jika konfigurasi control panel hosting sudah dilakukan, maka apa apa fungsinya? Setelah proses tersebut dijalankan, maka control panel hosting bisa dipakai untuk berbagai kegunaan berbeda. Aspek ini, tentunya juga penting untuk dipahami agar tahu langkah yang dijalankan tersebut untuk apa.

Apabila diuraikan, setidaknya ada 8 kegunaan utama dari control panel hosting yang sudah dikonfigurasi ini. Setiap fungsi yang ada tentunya harus diperhatikan dengan baik dan dipertimbangkan secara menyeluruh. Untuk lebih jelasnya, simak detail uraian berikut ini:

1. Untuk Mengelola Domain dan Subdomain

Kegunaan pertama dari control panel hosting yang sudah dikonfigurasi adalah untuk mengelola domain serta subdomain-nya. Fakta ini, tentunya sudah konkret dan tidak bisa diabaikan. Jadi dengan proses konfigurasi saja, pengguna sudah bisa mengelolanya dengan baik.

Hosting akan menyediakan media untuk melakukan proses kelola dengan mudah. Melalui media yang sudah disediakan, pengguna bisa membuat domain baru, mengatur subdomain, dan melakukan proses lain yang tentunya masih berkaitan dengan domain.

2. Untuk Administrasi Akun

Akun yang dimiliki pengguna juga bisa diatur melalui control panel hosting ini. Rinciannya sendiri juga banyak, mulai dari layanan penagihan, pembaruan paket, mengganti kata sandi, dan kebutuhan akun lainnya. Prosesnya sendiri tidak akan sulit karena sudah ada fitur yang bisa dipakai.

Pengguna hanya perlu memasukkan rincian proses yang sesuai dan mengatur beberapa aspeknya. Dengan demikian, proses administrasi akun yang dibutuhkan juga bisa diselesaikan dengan mudah tanpa harus menimbulkan kebingungan.

3. Untuk Melakukan FTP

Aspek kegunaan lainnya setelah konfigurasi control panel hosting dijalankan adalah untuk melakukan file transfer protocol atau yang biasa dinamai dengan FTP. Dengan memanfaatkan tool ini, maka pengguna bisa menjalankan proses unduh atau unggah golongan file dengan mudah.

Tentunya pengguna bisa mengunggah di server website yang dimiliki. Proses ini akan sangat mudah diselesaikan asal pengguna sudah melakukan proses konfigurasinya. Oleh sebab itu, proses konfigurasi ini menjadi sangat krusial untuk diselesaikan.

4. Untuk Menginstall Aplikasi

Saat mengembangkan website, tentunya ada banyak aplikasi yang dibutuhkan dalam prosesnya. Untuk menjalankan proses instalasi ini, tentu akan berbeda dengan aplikasi pada umumnya. Namun jika proses konfigurasinya sudah diselesaikan, maka proses instalasinya juga bisa dijalankan.

Jadi kegunaan ini akan sangat berguna dalam proses pengembangan websitenya. Hal ini, juga akan memudahkan pengguna dalam menjalankan proses-proses lain yang masih berkaitan dengan website. Oleh sebab itu, control panel ini dinilai sangat krusial.

5. Untuk mengelola Email

Pengelolaan email juga bisa dijalankan dan diselesaikan melalui control panel ini. Pengguna bisa membuat, melakukan filter spam, hingga menghapus email yang masuk serta keluar. Proses ini, tentunya akan sangat berguna dalam proses pengembangan website secara efisien.

6. Untuk Mengelola File

Segala file yang ada dalam website juga bisa dikelola dengan mudah melalui control panel ini. Dengan demikian, pengguna tidak harus bingung atau memisahkan media hanya untuk melakukan proses pengurusan filenya saja. Namun, sudah ada control panel sebagai media utamanya.

7. Untuk Melakukan Backup data

Proses backup data juga bisa dilakukan dan dijalankan melalui control panel. Bahkan sudah ada tool tersendiri yang bisa difungsikan dalam prosesnya. Jadi, pengguna tidak harus melakukan backup data satu per satu atau secara manual yang tentunya melelahkan.

Selain itu, ada juga tool untuk melakukan recovery data. Dengan adanya tool ini, maka pengguna akan dimudahkan dalam proses pengurusan segala file yang ada di dalamnya. Oleh karenanya, control panel ini akan sangat berguna.

8. Untuk Mengatur Database

Terakhir, control panel juga berguna untuk mengatur database yang ada dalam akun pribadi. Saat mengembangkan website, tentunya ada database yang akhirnya terbentuk. Setiap rincian database ini tidak boleh disepelekan dan harus dijaga dengan struktur baik.

Oleh karenanya, control panel hosting hadir dengan fitur yang bisa mengatur database tersebut. Selama konfigurasi sudah dijalankan, maka fitur ini juga bisa dipakai dan difungsikan secara menyeluruh. Aspek ini, tentunya harus diperhatikan agar bisa difungsikan dengan baik.

Semua penjelasan tentang konfigurasi control panel hosting yang sudah diberikan di atas tentunya bisa dijadikan dasar acuan sebelum pemanfaatannya. Baik itu cara konfigurasi, atau penjabaran lain tentu harus dipahami dengan baik. Dengan demikian, proses pemanfaatannya akan jauh lebih terarah.